Sunday, August 21, 2011

MUSHAWARAH BURUNG

Mantiqu't-Thair


MUSYAWARAH BURUNG (Rajawali - Bangau - Gereja)

Dalih Rajawali

Selanjutnya datang Rajawali, dengan kepala tegak dan sikap seperti prajurit. Ia pun berkata, "Aku yang senang menyertai para raja tak mengacuhkan makhluk-makhluk lain. Kututup mataku dengan peci agar aku dapat bertengger di tangan raja. Aku amat terlatih dalam sopan-santun dan menjalankan pertarakan seperti petobat agar bila dibawa ke hadapan raja, aku dapat melakukan tugas-tugasku dengan tepat seperti yang diharapkan. Mengapa pula aku harus bertemu dengan Simurgh, meskipun dalam mimpi? Mengapa begitu saja aku harus bergegas kepadanya? Aku tak merasa terpanggil untuk ikut serta dalam perjalanan ini, aku puas dengan sesuap dari tangan raja; istananya cukup bagus bagiku. Ia yang bermain-main demi kesenangan raja, mendapatkan segala keinginannya; dan agar berkenan di hati raja, aku hanya harus terbang lewat lembah-lembah yang tak bertepi. Tak ada keinginanku yang lain kecuali melewatkan hidupku penuh kegembiraan dengan cara begini baik dengan melayani raja maupun dengan berburu menurut kesukaannya."

Jawab Hudhud
Hudhud berkata, "O kau yang terikat pada bentuk lahiriah semata dan tak peduli akan nilai-nilai hakiki, Simurgh ialah makhluk yang layak dengan kedudukannya sebagai Raja, karena kewibawaannya tiada duanya. Tiada raja sejati yang melaksanakan kehendaknya tanpa pikir. Raja demikian patut dipercaya dan pengampun. Meskipun raja duniawi mungkin sering adil pula, namun mungkin pula ia bersalah karena tak adil. Siapa lebih dekat padanya, lebih enak pula kedudukannya. Yang beriman terpaksa harus menentang raja, maka hidupnya pun sering dalam bahaya. Karena raja dapat dibandingkan dengan api, maka jauhilah! Oh, kau yang telah hidup berdekatan dengan raja-raja, hati-hatilah! Dengarkan ini: Adalah sekali seorang raja mulia, ia mempunyai seorang hamba yang badannya bagaikan perak. Hamba itu amat disayanginya sehingga tak dapatlah sang raja sebentar pun berpisah daripadanya. Diberinya hamba itu pakaian-pakaian yang terindah dan ditempatkannya di atas kawan-kawannya. Tetapi kadang-kadang raja itu menghibur diri dengan bermain panah, dan biasanya ditaruhnya sebuah apel di atas hamba kesayangannya dan digunakannya apel itu sebagai sasaran. Dan bila raja melepaskan anak panahnya, hamba itu pun menjadi pucat karena takut. Suatu hari seseorang berkata pada hamba itu, "Mengapa wajahmu berwarna emas? Kau orang kesayangan raja, mengapa pucat seperti mayat?" Jawabnya, 'Bila sang raja hampir mengenai diriku dan bukan apel itu, maka katanya, Hamba ini hampir menjadi sesuatu yang paling tak berguna di istanaku; tetapi bila anak panahnya mengenai sasaran, setiap orang mengatakan hal itu karena kemahirannya. Adapun aku, dalam keadaan yang menyedihkan ini, hanya bisa berharap agar raja akan senantiasa melepaskan anak panahnya dengan tepat'!"

Bangau
Bangau datang amat tergesa-gesa dan segera mulai bicara tentang dirinya sendiri, "Rumahku yang jelita di dekat laut di antara danau-danau pantai, di mana tiada siapa juga mendengar nyanyianku. Aku amat tak suka menyerang sehingga tak ada yang merasa susah karena aku. Sedih dan murung aku berdiri merenung di tepi laut asin, hatiku penuh kerinduan akan air, karena kalau tak ada air, apa yang akan terjadi padaku! Tetapi karena aku tidak tergolong mereka yang bermukim di laut, aku seperti mati saja, bibirku kering, di pantainya. Meskipun air bergolak dan ombak memecah di kakiku, aku tak dapat menelan setitik pun; namun jika lautan kehilangan airnya biar sedikit saja pun, hatiku akan terbakar oleh keresahan. Bagi makhluk seperti aku ini, gairahku terhadap laut cukuplah sudah. Aku tak kuat untuk pergi mencari Simurgh, maka harap dimaafkan. Mana mungkin makhluk seperti aku ini, yang hanya mencari setitik air, dapat mencapai persatuan dengan Simurgh?"

Berkata Hudhud, "O yang tak mengenal laut, tidakkah kau tahu bahwa laut penuh dengan buaya dan makhluk-makhluk lain yang berbahaya? Kadang airnya pahit, kadang asin; kadang laut itu tenang, kadang bergelora; senantiasa berubah, tak pernah tetap; kadang laut itu pasang, kadang surut. Banyak makhluk besar telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Penyelam di dasarnya menahan napas agar ia tak terlempar ke atas bagai jerami. Laut ialah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisi hidupmu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cintanya akan sahabatnya. Kadang ia menggulungkan gelombang-gelombang besar, kadang ia berderau. Karena ia tak mungkin mendapatkan apa yang diinginkannya, bagaimana kau akan menemukan di sana tempat istirahat bagi hatimu? Lautan ialah anak sungai yang pasang di jalan menuju ke tempat sahabatnya; kalau demikian, mengapa pula kau akan tinggal puas di sini, dan tak berusaha melihat wajah Simurgh?"

Orang Alim dan Lautan
Seorang alim yang biasa merenungkan makna segala sesuatu, pergi ke Lautan dan menanyakan mengapa Lautan memakai pakaian biru, karena warna ini ialah warna duka, dan mengapa ia mendidih tanpa api?

Lautan menjawab pada manusia perenung itu, "Aku risau karena terpisah dari sahabatku. Karena kekuranganku, aku tak layak baginya; maka kukenakan pakaian biru ini sebagai tanda sesal yang kurasa. Dalam kesedihanku, pantai-pantai bibirku kering, dan disebabkan api cintaku, aku berada dalam gebalau ini. Kalau dapat kuperoleh setitik saja air surgawi dari Al Kausar,1 maka akan dapat kukuasai gerbang kehidupan kekal. Tanpa setitik ini aku akan mati karena gairah damba bersama ribuan yang lain, yang binasa dalam perjalanan."

Burung Hantu
Burung Hantu tampil ke muka dengan wajah kebingungan, dan katanya, "Telah kupilih sebagai tempat tinggalku sebuah rumah bobrok yang sudah runtuh. Aku dilahirkan di antara reruntuhan itu dan di sana kudapatkan kesenangan -- tetapi tidak dalam minum anggur. Aku pun tahu beratus-ratus tempat yang ramai dihuni, tetapi sebagian ada dalam kekacauan dan yang lain dalam permusuhan. Siapa ingin hidup dengan tenteram mesti pergi ke tempat reruntuhan, seperti orang-orang gila. Bila aku merengut di antara mereka, ini disebabkan harta terpendam.

Cinta harta menarikku ke sana, karena harta itu terdapat di antara puing-puing runtuhan. Aku pun dapat menyembunyikan usahaku yang penuh damba dalam mencari itu, dan berharap akan mendapatkan harta yang tak dilindungi jejimat itu; jika nanti kakiku dapat menemukannya, maka akan tercapailah keinginan hatiku. Aku memang percaya bahwa cinta terhadap Simurgh itu bukan dongengan, karena cinta demikian tak dihayati oleh mereka yang tak peduli; tetapi aku ini lemah, dan jauh dari merasa pasti akan cintanya, karena aku hanya mencintai harta dan reruntuhan ini."

Hudhud berkata padanya, "O kau yang mabuk karena cinta akan harta, taruhlah kau dapat menemukan harta itu! Maka tentulah kau akan mati pula di atas harta itu, sedang hidup telah menyelinap pergi sebelum kau mencapai tujuan mulia yang setidak-tidaknya telah kausadari pula. Cinta akan emas ialah ciri mereka yang tak beriman. Ia yang membuat berhala emas ialah kembaran Thare.1 Bukankah kau barangkali ingin menjadi pengikut As-Samiri2 dari bangsa Israil yang membuat anak lembu dari emas? Tidakkah kau tahu bahwa barangsiapa telah dirusakkan akhlaknya oleh cinta akan emas, maka seperti mata uang palsu ia akan bertukar wajah dengan yang serupa tikus, pada hari kiamat nanti?"

Si Bakhil
Seorang pemabuk menyembunyikan sepeti emas, dan segera sesudah itu, mati. Setahun kemudian anaknya laki-laki dalam mimpi melihat si ayah menjelma jadi tikus, kedua matanya sebak dengan airmata. Tikus itu berlari maju-mundur di tempat emas itu disembunyikan. Si anak menanyainya, "Mengapa Bapak di sini?" Jawab si ayah, "Dulu aku menyembunyikan emas di sini dan kini aku datang hendak melihat apakah ada orang yang telah mengetahuinya." "Mengapa Bapak menjelma jadi tikus?" tanya si anak. Ayahnya berkata, "Jiwa orang yang telah mengorbankan segalanya demi cinta akan emas menjelma serupa ini. Ingat baik-baik tentang diriku, o anakku, dan ambil manfaat dari apa yang kaulihat ini. Tinggalkan cinta akan emas itu!"

Burung Gereja
Lalu datang Burung Gereja, berbadan lemah dan berhati lembut, gemetar, seperti nyala api, dari kepala hingga kaki. Katanya, "Aku termenung bingung dan patah semangat. Aku tak tahu bagaimana mesti hidup, dan aku rapuh bagai rambut. Tak ada yang akan menolong diriku dan aku tak bertenaga sekuat semut pun. Aku tak mempunyai bulu halus maupun lar1 -sedikit pun tidak. Bagaimana mungkin makhluk lemah seperti aku ini berusaha mendapatkan Simurgh? Burung Gereja tak akan sanggup berbuat demikian. Tak kurang mereka di dunia ini yang mencari persatuan itu, tetapi bagi makhluk macam aku ini, itu tak selayaknya. Aku tak ingin memulai perjalanan sesusah itu untuk mencari sesuatu yang tak mungkin kucapai. Jika aku mesti berangkat menuju ke istana Simurgh, aku akan binasa di jalan. Maka karena aku sama sekali tak layak untuk berusaha ke arah itu, aku pun akan merasa puas di sini mencari Yusufku di sumur ini. Jika aku dapat menemukannya dan menariknya ke atas, aku akan terbang membubung bersamanya dari ikan ke bulan."

Hudhud menjawab, "O kau, yang dalam kehilangan harapan kadang bersedih dan kadang gembira, aku tak akan terkecoh oleh alasan yang dibuat-buat ini. Kau sedikit munafik. Juga dalam kerendahan hatimu kau memperlihatkan seratus tanda keriyaan dan kesombongan. Tak usah bicara lagi, jahit bibirmu dan langkahkan kaki. Jika kau terbakar, kau akan terbakar bersama yang lain-lain. Dan jangan bandingkan dirimu dengan Yusuf!"

Cerita tentang Ya'kub
Setelah Yusuf dibawa pergi, maka ayahnya, Ya'kub, kehilangan penglihatan karena airmata darah yang mengalir dari matanya. Nama Yusuf senantiasa di bibirnya. Akhirnya Malaikat Jibril datang padanya dan berkata, "Jika kau ucapkan lagi kata 'Yusuf,' akan kuhapus namamu dari daftar para nabi dan utusan." Ketika Ya'kub menerima amanat dari Tuhan ini, nama Yusuf tak pernah lagi terucap dari lidahnya, tetapi ia tak berhenti mengulang-ulangnya dalam hati. Suatu malam dilihatnya Yusuf dalam mimpi, dan sedianya hendak dipanggilnya, tetapi ingat akan perintah Tuhan, ia pun memukul-mukul dadanya dan mendesahkan keluhan sedih dari hatinya yang bersih. Maka Jibril pun datang: "Tuhan berfirman bahwa meskipun kau tak mengucapkan nama 'Yusuf' dengan lidahmu, namun kau telah mendesahkan keluhan, dan dengan begitu, merusak segala berkat-manfaat taubatmu."

Sumber : sufiroad.blogspot.com

Saturday, August 20, 2011

TIN KOSONG DARI KEDAI KOPI ?

Menarik juga dengan tulisan Hishamuddin Rais ini dengan tajuk MALAPETAKA ROSMAH DAN NAJIB. Mungkin ada setengah orang menkategorikan nya sebagai tin kosong atau cakap-cakap kedai kopi yang kopi nya sedap diminum ketika hangat tapi dikencing kan juga dimangkuk tandas akhirnya. Mammak! lagi satu kopi......(ok bosss).

Kali ini saya meminta para pembaca terbuka hati untuk melupakan segala fitnah dan tohmah yang telah dilemparkan kepada Rosmah dan Najib. Saya ingin membawa pembaca kepada realpolitik. Politik tentang kelas, ekonomi dan masa depan negara ini. Seperti yang sering saya tuliskan - kuasa politik ialah kuasa ekonomi. Siapa menguasi ekonomi akan menguasai politik. Ini realpolitik yang di eja dengan huruf k.

Para pembaca yang budiman, sila lupakan cerita dari Lebai Desas anak Desus yang mengatakan bahawa Najib pernah beranak dan beristeri dengan orang puteh ketika dia belajar di UK dahulu. Ini bukan politik. Lupakan juga cerita tentang Rosmah berhasrat agar anaknya akan berkahwin dengan anak Sultan Berunai. Ini bukan politik. Lupakan juga kesah Rosmah menggunakan khidmat bomoh dari India. Ini bukan politik. Jangan terikut-ikut dengan kesah ‘ nasi kangkang Rosmah ’. Ini hanyalah labon-labon Mak Cik Felda sambil-sambil makan kuaci ketika menunggu laki pulang dari ladang.

Saya mahu para pembaca sedar tentang politik dan ekonomi negara kita ini. Saya ingin membawa pencerahan agar para pembaca dapat menilai garis dan dasar negara. Saya juga mahu para pembaca dapat memahami dan menganalisa bukan sahaja politik tanah air malah dapat memahami politik dan ekonomi dunia. Ertinya, saya berharap tulisan ini akan membawa pencerahan untuk melahirkan fikrah yang kritikal. Dengan fikrah yang kritikal tidak mungkin hidung pembaca akan dapat diikat.

Justeru saya ulangi lagi tentang makna dan tanda Nakba. Saban tahun warga Palestin akan menyambut hari Nakba pada 15 Mei. Tarikh ini ialah hari malapetaka yang menimpa bumi Palestine apabila Isreal diwujudkan pada 15 Mei 1948. Kita di Tanah Melayu ada hari Nakba - hari Malapetaka. Pada tarikh 31 Ogos setiap tahun ialah hari Malapetaka untuk kita. Ini kerana pada 31 Ogos 1957 dahulu, United Malay National Organisation telah dinaikkan tahtha oleh penjajah British. Ditarikh inilah bermulanya Malapetaka dan musibah menimpa kita semua.

Setiap tahun semenjak 31 Ogos 1957 Tanah Melayu telah menyambut Hari Malapetaka ini. Ertinya selama 54 tahun Malapetaka telah menimpa kita. Memang betul, pada awalnya ramai warga tidak memahami apa yang saya paparkan. Tetapai generasi muda agak terbuka dan selesa untuk memahami dan menerima konsep Malapetaka ini. Sadikit demi sadikit kesedaran telah sampai. Tahun demi tahun pemahaman tentang 31 Ogos semakin meluas untuk difahami umum.

Contohnya : warga Tanah Melayu kini telah sedar bagaimana mereka telah ditipu dengan lagu Negara-ku. Dengan bantuan Lebai Google, warga telah melihat bukti bahawa Negara-ku adalah lagu ciplak. Melalui YouTube warga juga telah melihat dengan jelas bahawa Negara-ku ini tidak ada sangkut paut dengan ‘kebangsaan’ Tanah Melayu. Negara-ku, Memula Moon atau Terang Bulan bukan ciptaan anak watan Tanah Melayu.

Bagitu juga dengan bendera Malaysia yang berkibar sebagai lambang negara kita. Ini juga hasil ciplakan dari bendera Amerika. Jalurnya ialah jalur Star-Spangled Banner dan tidak ada apa apa yang gemilang pada bendera ciplakan ini. Kerajaan United Malay National Organisation sering mengancam untuk menghukum sesiapa yang tidak hormat kepada bendera dan lagu ciplakan ini. Mengancam dan menghukum untuk mendapat penghornatan adalah ciri asli Malapetaka yang menimpa kita.

Pada bulan Ogos 2011 ini musibah Malapetaka ini semakin jelas. Malah musibah Malapetaka semakin menjadi-jadi apabila Rosmah dan Najib mengantikan Abdulal Badawi di Putrajaya. Malapetaka pertama yang dibawa oleh Rosmah dan Najib ialah pembunuhan Altantuya. Memang betul kes ini diperlihatkan seolah-olah telah selesai. Tetapi, sedarlah wahai pembaca yang budiman bahawa dalam reapolitik kes Altantuya ini masih hidup dan bergerak ligat.

Pembunuhan Altantuya ini telah adalah Malapetaka yang membawa tergadainya tanah Keretapi Tanah Melayu di Singapura. Tanah yang bernilai tinggi ini telah ‘dicekup’ oleh Singapura. Pasti para pembaca akan bertanya apa kaitan Altantuya dengan tanah KTM? Kehilangan tanah ini ialah Malapetaka ekonomi untuk kita semua. Justeru apa kaitan Altantuya?

Untuk memahami Malapetak ini biar saya gunakan metapora bom nuclear Isreal. Israel dari zaman Monshe Dayan , Golda Meir, Shimon Peres tidak pernah mengakui sama ada Israel memiliki bom nuklear atau tidak. Dari segi straterji pertahanan ini penting kerana dasar ‘ entah ada entak tidak ini ‘ akan menjadikan manusia Arab sentiasa was was dan gentar. Tidak ada kepastian ini adalah strateji yang amat menakutkan.

Inilah taktik yang sedang dijalankan oleh Singapura kepada Rosmah dan Najib. Umum tahu melalui akuan bersumpah P.Balasubramaniam bahawa Najib telah menemukan Razak Baginda dengan Altantyuya yang ketika itu bekerja sebagai ‘penyedap ‘ Najib.Mereka bertiga bertemu di pertunjukan Intan Berlian di Pulau Sentosa. Jadi apa hebatnya?

Yang hebat ialah ada kemungkinan polis rahsia Singapura telah mengambil gambar Najib dan Altantuya ketika mereka berada di Singapura. Justeru seperti rejim Arab yang merasa cuak dengan bom nuklear Isreal, Najib juga akan sentiasa merasa takut dengan ‘bom gambar’ Singapura. Najib tidak akan tahu sama ada Singapura ada gambar itu atau tidak. Untuk Singapura pula ada atau tidak gambar ini bukan penting. Yang penting ialah Najib akan sentiasa takut . Ketakutan Najib ini membuatkan Najib mengikut apa sahaja khendak Singapura. Najib buka kena nasi kang kang Singapura apabila menjualkan tanah KTM dengan murah. Ini bukan kes nasi kang kang - ini Malapetaka untuk kita semua.

Ketakutan Najib ini juga sedang dimainkan oleh Amerika dan Australia. Dua kerajaan ini tahu bahawa Najib terlibat dalam kes pembunuhan Altantuya. Dari Wikileaks kita diberitahu bagaimana Pak Duta Amerika memberi laporan terperinci kepada Rumah Puteh tentang keterlibatan Najib dalam kes pembununuhan ini. Najib terus merasa takut. Najib yang takut akhirnya membenarkan tentera kita pergi ke Afghanistan. Najib yang takut ini telah membenarkan askar kita menjadi barua Raja Bahrain yang kini mendapat tentangan dari rakyatnya. Ini namanya Malapetaka.

Ketakutan Najib ini telah juga memberanikan Australia untuk menumpang semangkok. Tahun ini Najib telah bersedia untuk menjadi barua Austarlia apabila Malaysia bersedia menerima orang-orang pelarian Australia untuk ditempatkan di Malaysia. Malaysia bersedia dijadikan wilayah Australia dimana kerja-kerja imigresen Australia dapat dijalankan. Ini namanya Malapetaka.

Tidak cukup dengan malapetaka ini - kilang radio-aktif Australia telah juga dibenarkan dibuka di Gebeng, Pahang. Kilang yang amat merbahaya. Rakyat Australia telah menentang kilang ini dari dirikan di Australia. Rakyat Austarlia sedar akan bahaya kilang ini tetapi Najib telah membenarkan ianya dibuka di Gebeng. Ini Malapetka namanya.

Perwatakan Najib bagitu lemah sekali sehinggakan membolehkan Rosmah Mansor mencelah masuk sebagai menteri kabinet. Pernah dilaporkan bagaimana Rosmah Mansor telah mewakili kerajaan Malaysia ke Saudi Arabia untuk membincangkan hal pembelajaran dan bukan Menteri Pelajaran Malaysia. Untuk menambahkan pedih dikaki yang luka - Sharizat Jalil seorang Menteri telah jatuh tarafnya dalam lawatan ini. Mengikut laporan Bernama Sharizat Jalil telah pergi ke Saudi Arabia sebagai pengiring. Merosot taraf anak Mami ini. Ini namanya Malapetaka.

Abdulah Badawi dahulu dikenali sebagai menteri dula dalik. Najib ini bukan sahaja dulak dalik malah Najib ialah seorang yang amat amat penakut. Takut kepada Rosmah Mansor mungkin kita semua faham kerana Rosmah berbadan besar, gemok dan gempal. Takut yang maksudkan disini ialah takut untuk membuat keputusan. Ini Malapetaka.

Biar saya bawa ingatan tentang tunjuk perasaan 9 Julai dahulu. Lihat apa yang Najib lakukan. Ingatkan kembali kenyataan berdulak dalik Najib. Mula mula Najib ingin berjumpa Bersih kemudian kata tak nak jumpa pula. Najib juga membuat kenyataan boleh berdemo asalkan dalam stadium. Kemudian Najib berkata semua tidak dibenarkan. Flip flop atau dulak dalik Najib ini telah jadi bahan lawak.

Dulak dalik Najib yang awalnya jadi bahan lawak ini akhirnya membawa bahaya. Ingatkan kembali bagaimana Najib tetiba membuat kenyataan bahawa dia telah menyerahkan kuasa kepada polis untuk membuat apa sahaja keputusan vis a vis Bersih. Bunyinya pelik tetapi benar. Inilah perwatakan Najib Razak yang semakin mandul sebagai PM Malaysia. Ini Malapetaka.

Pada 31 Ogos ini kita akan menyambut hari Malapetaka. Tidak adalah malapetaka yang paling Malapetka sekali melainkan kemunculan Rosmah Mansor. Ini bukan fitnah. Ini realpolitik kerana Rosmah Mansor ini sedang mengawal ekonomi negara. Siapa mengawal ekonomi akan mengawal politik. Umum mengetahui bahawa apa sahaja projek sebelum diluluskan wajib mendapat lampu hijau dari Rosmah. Lampu hijau ini bukan tanda Rosmah sudah terbaring diatas katil menunggu Najib. Lampu hijau ini tanda projek ini lulus dan Rosmah telah mendapat potongan dari projek itu.

Jangan lupa Rosmah dan Najib ini adalah ‘ free loader’ atau bak kata Mak Cik Felda - suka makan free. Ini terbukti jelas apabila kenduri kendara perkahwinan anak Rosmah di Kazakhstan beberapa bulan dahulu telah menggunakan duit kerajaan untuk penerbangan, golek bantal dan makan minum di sana. Apabila kenduri yang sama diadakan di Kuala Lumpur - di buktikan sekali lagi bahawa bil jamuan makan malam kenduri ini telah dibayar oleh Jabatan Perdana Menteri. Kalau ini bukan Malapetaka ertinya maka Najib Razak tak kenal Ziana Zain dan Ummi masih anak dara lagi.

Kesampaian Malapetaka pada 31 Ogos akan datang sedang menunjukkan satu yang baru. Kini semakin ramai ahli United Malay National Organisation yang merasa kewujudan Malapetaka ini. Ada beberapa gerombolan United Malays National Organistaion kini telah mula berani menyuarakan keresahan mereka. Ada yang menubuhkan Ngo dan ada yang menerbitkan buku untuk menyedarkan pengikut United Malay National Organisation tentang Malapetaka yang sedang dibawa oleh Rosmah dan Najib.

Apa yang membezakan analisa mereka dengan pandangan dunia saya ialah Malapetaka untuk saya bukan dihasilkan oleh individu. Memang saheh, watak individu itu akan menyubur dan membugarkan Malapetaka. Najib yang lemah dan penakut akan membawa Malapetaka. Tetapi ada yang lebih penting yang melahirkan Malapetaka ini: sistem ekonomi. Pada 31 Ogos 1957 dahulu kita telah menerima pakai sistem ekonomi kapitalis.

Justeru Malapetaka yang saya hujahkan disini lahir dari sistem ekonomi yang dibantu oleh watak Najib yang lembik. Rosmah Mansor kini dibuktikan sebaghai pembawa sial bukan sahaja kepada Najib malah membawa Malapetaka kepada United Malay National Organisation.

Pada bulan Ogos 2011 ini media baru dan media antarabangsa telah mula meramalkan Najib Razak akan menjadi Perdana Menteri terakhir untuk United Malay National Organisation. Ini bukan Malapetaka untuk rakyat Tanah Melayu. Ini berita gumbira. Sebenarnya inilah dia Malapetaka untuk Muhyiddin Yassin.( TT)

Sumber : Tukar Tiub

Thursday, August 18, 2011

GAS MALAYSIA IPO

MMC to raise RM167m from Gas Malaysia IPO

KUALA LUMPUR, Aug 16 — Builder MMC said today it will raise up to RM167 million when it lists subsidiary Gas Malaysia on the main market of the Kuala Lumpur stock exchange.

MMC said it expects to complete the listing exercise by the last quarter of 2011. The listing represents about 26 per cent of Gas Malaysia’s entire share capital valued at RM642 million.

Gas Malaysia distributes gas to residential, commercial and industrial customers in peninsular Malaysia.

“The proposed listing will enable MMC and its subsidiaries to accelerate the growth of gas supply and distribution business under Gas Malaysia,” MMC said in a filing to the stock exchange.

MMC appointed Maybank Investment to advise on the IPO. — Reuters


Gas Malaysia IPO to raise around RM750m

UPDATED @ 12:58:14 PM 17-08-2011
August 17, 2011

KUALA LUMPUR, Aug 17 — Malaysian builder MMC will raise up to RM750 million, or about RM2.25 per share, from the listing of its unit Gas Malaysia on the Kuala Lumpur stock exchange, a source with direct knowledge of the deal said.

MMC said in an exchange filing yesterday that it would sell about 333.8 million shares, or 26 per cent of Gas Malaysia’s entire share capital. It said the share capital was valued at RM642 million at par.

“They are looking to raise about RM750 million by the end of this year,” said the source, who cannot be identified as the IPO has not been formally announced yet.

Newly-listed Malaysian companies have generally had mixed performances this year owing to volatile capital markets.

While bigger listings such as Bumi Aramada and MSM Malaysia Holdings have generally rewarded investors well for their initial buy-ins, smaller IPOs have seen prices take a beating from negative sentiment.

Gas Malaysia, based on the indicative pricing, is valued at about RM3 billion.

“The listing is definitely interesting because it’s a play on the industrialisation of Malaysia and the increased usage of gas, and it’s a good, stable utility business,” said HwangDDS Investment Management’s equities investment head Gan Eng Peng.

Gas Malaysia’s offering follows the listing of offshore oil and gas service provider Bumi Armada, which raised RM2.66 billion last month from the country’s largest initial public offering this year.

“There could be (a series of IPOs now). A couple of them this year and more next year,” a research analyst from TA Securities said.

“Petronas Carigali or Petronas Penapisan could be listed next year or the end of this year. Downstream players look more attractive at this point of time,” he added.

MMC in its exchange filing yesterday said it expected to complete the listing by the last quarter of 2011.

“The proposed listing will enable MMC and its subsidiaries to accelerate the growth of gas supply and distribution business under Gas Malaysia,” MMC said in a filing to the stock exchange.

Gas Malaysia distributes gas to residential, commercial and industrial customers in peninsular Malaysia.

The investment arm of Maybank , Malaysia’s largest lender, has been appointed the adviser for the IPO.

Malaysia’s oil and gas sector is changing rapidly as dwindling supplies of local oil and gas have pushed state oil firm Petronas and the government to take immediate steps to arrest the decline.

Petronas has accelerated its capital expenditure to RM300 billion over the next five years — from RM35 billion it spent in the 2010/11 fiscal year — while the government has made sector consolidation a key agenda in its 10-year plan of economic rejuvenation. — Reuters

Tuesday, August 2, 2011

DR. MAURICE BUCAILLE

Saintis Perancis Memeluk Islam Setelah Mengkaji Mayat Ramses II
zharifjenn



Mumia Ramesses II
Pada pertengahan tahun 1975, Presiden Perancis menawarkan kerajaan Mesir bantuan untuk meneliti, mempelajari dan menganalisis mumia Firaun, Ramasses II yang sangat terkenal. Firaun yang dikatakan hidup di zaman Nabi Musa yang akhirnya mati tenggelam dalam Laut Merah ketika mengejar Musa dan para pengikut baginda yang melarikan diri daripada kekejamannya.

Mesir menyambut baik tawaran itu dan membenarkan mumia itu diterbangkan ke Paris. Malah ketika sampai di sana kedatangan mumia itu disambut dengan pesta dan majlis keramaian. Ini termasuklah apabila Mitterand dan para pemimpin Perancis yang lain tunduk hormat ketika mumia itu dibawa lalu di hadapan mereka.

Mumia itu kemudiannya diletakkan di ruang khas di Pusat Arkeologi Perancis. Di situ ia bakal diperiksa sekali gus membongkar rahsianya oleh para pakar, doktor bedah dan autopsi Perancis yang dipimpin oleh doktor yang sangat terkenal, Prof. Dr. Maurice Bucaille.

Prof. Dr. Maurice Bucaille

Bucaille adalah seorang pakar bedah kenamaan Perancis yang dilahirkan di Pont-L’Eveque pada 19 Julai 1920. Memulakan kerjaya di bidang perubatan am dan pada tahun 1945 beliau diiktiraf sebagai pakar di bidang gastroentorologi.

Ramai kerabat diraja dan keluarga pemimpin dunia menggunakan khidmat Dr. Bucaille, termasuk Raja Faisal Arab Saudi dan pemimpin Mesir, Anwar Sadat.

Kesempatan untuk membedah dan menyiasat mumia Firaun ini di manfaat sepenuhnya oleh Bucaille. Beliau mengerah seluruh tenaga dan pengalamannya untuk membongkar misteri di sebalik kematian raja Mesir kuno itu.

hasilnya sangat mengejutkan. Dr. Bucaille menjumpai sisa-sisa garam yang masih melekat pada jasad mumia tersebut sebagai bukti terbesar bahawa Firaun mati akibat tenggelam di dalam laut. Iaitu jasadnya segera dikeluarkan dari laut, ‘dirawat’ segera dan dijadikan mumia supaya jasad itu tidak buruk.

Namun penemuan itu menimbulkan persoalan yang sangat besar kepada Dr. Bucaille.

Bagaimana jasad tersebut masih dalam keadaan sangat baik berbanding jasad-jasad yang lazimnya tenggelam dan dikeluarkan daripada laut?

Beliau menyiapkan sebuah laporan akhir yang dipercayainya sebagai penemuan baru, iaitu proses menyelamatkan mayat Firaun dari laut dan kaedah pengawetannya.

Laporan tersebut diterbitkan dengan tajuk; Mumia Firaun: Sebuah Penelitian Perubatan Moden (tajuk asalnya; Les Momies Des Pharaons Et La Midecine). Ekoran penerbitan laporan itu, Dr Bucaille dianugerah penghargaan tertinggi kerajaan iaitu Le Prix Diane Potier-Boes (Penghargaan Dalam Sejarah) oleh Academie Frantaise dan anugerah Prix General daripada Academie Nationale De Medicine, Perancis.





Kisah Firaun Di Dalam Al-Quran

Namun seorang rakan sempat membisikkan kepada Dr. Bucaille bahawa penemuan ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru.

“Jangan panik kerana sesungguhnya umat Islam telah mengetahui tentang peristiwa Firaun yang mati lemas dan mayatnya dipelihara sehingga ke hari ini!”

Namun kata-kata itu ditentang keras oleh Dr. Bucaille kerana beliau menganggap sangat mustahil. Baginya membongkar sesebuah misteri yang berlaku lama dahulu tidak mungkin dapat diketahui kecuali dengan perkembangan teknologi moden, peralatan dan makmal canggi.

Hakikatnya Dr. Bucaille menjadi serba salah dan bingung apabila diberitahu bahawa al-Quran yang diyakini dan dipercayai oleh umat Islam telahpun meriwayatkan kisah tenggelamnya Firaun dan kemudian mayatnya diselamatkan.

Beliau tertanya-tanya, bagaimana perkara seperti itu dapat diterima oleh akal kerana mumia itu baru sahaja ditemui sekitar tahun 1898. Sedangkan al-Quran telah ada di tangan umat Islam sejak 1400 tahun yang lalu.

Sambil mata tidak terlepas dari memandang mumia Firauan yang terbujur di hadapannya, Dr. Bucaille terus tertanya-tanya bagaimana al-Quran dapat menyatakan kisah Firaun yang jasadnya diselamatkan dari hancur sejak ribuan tahun lalu.

“Adakah masuk akal ,di hadapanku ini adalah Firaun yang cuba menangkap Musa? Apakah masuk akal Muhammad mengetahui hal sejarah ini? Pada hal kejadian Musa dikejar Firaun telah berlaku sebelum al-Quran diturunkan,” kata hatinya sendirian.

Beliau mendapatkan kitab Injil yang di dalamnya hanya menyatakan Firaun tenggelam di tengah laut saat mengejar Nabi Musa tetapi tidak diceritakan mengenai mayat Firaun.

Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama (Injil Lama) pula yang diceritakan dalam kitab itu hanyalah:

“Air (laut) pun kembali seperti sebuah lautan yang berombak dan beralun, menenggelamkan kereta-kereta (chariot) kuda, pasukan berkuda dan seluruh bala tentera Firaun tanpa ada seorang pun yang berjaya menyelamatkan diri. Tetapi anak-anak Israel dapat menyelamatkan diri atas daratan kering di tengah-tengah laut itu”.
(Exodus 14:28 dan Psalm 136:15)


Penemuan Roda Kereta Firaun di dasar Laut Merah

Dr. Bucaille sangat terkejut kerana tidak ada disebut langsung mengenai apa yang terjadi seterusnya kepada mayat Firaun selepas tenggelam. Ini menjadikan beliau semakin kebingungan.

Apabila mumia dikembalikan semula ke Mesir, Dr. Bucaille terus mendapatkan kepastian mengenai mumia itu. Lalu beliau memutuskan untuk bertemu dengan para ilmuwan Islam mengenai sejarah Nabi Musa, kekejaman Firaun sehinggalah Bani Israel meninggalkan Mesir dan dikejar Firaun dengan seluruh bala tentera di belakang mereka.

Maka salah seorang mereka terus bangun dan membaca ayat al-Quran berhubung sejarah tersebut untuk Dr. Bucaille mendengarkannya sendiri:

“Maka pada hari ini Kami selamatkan badan kamu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudah kamu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."
(Yunus: 92)

Apabila mendengar ayat ini, hati Dr. Bucaille benar-benar tersentuh. Beliau akhirnya mengakui kebenaran ayat itu kerana ia dapat diterima akal dan memberikan satu inspirasi serta dorongan kepada sains untuk maju meneroka lebih jauh lagi.

Lalu dengan hati yang begitu sebak dan keharuan, beliau pun bangun dan dengan suara yang lantang berkata: “Sesungguhnya aku masuk Islam dan beriman dengan al-Quran ini.”

Tidak sekadar beliau mengakui kebenaran dan memeluk Islam tetapi beliau kemudiannya pulang ke Perancis dengan mengkaji seluruh isi al-Quran.


Akhirnya beliau berjaya menerbitkan buku yang sangat mengejutkan seluruh dunia dan sehingga kini telah diterjemahkan dalam pelbagai bahasa pada tahun 1976, iaitu The Bible, the Qur’an, and Science : The Holy Scriptures Examined in the Light of Modern Knowledge.



Melalui buku ini, Dr. Bucaille yang kemudiannya dikenali sebagai Dr. Yahya Maurice Bucaille berjaya membuktikan bahawa al-Quran adalah selari dengan fakta-fakta sains sementara kitab Injil adalah sebaliknya.

“Sains dan Islam umpama saudara kembar yang tidak boleh berpisah. Ini kerana dalam Injil terdapat pelbagai kesilapan dari aspek saintifik tetapi tiada sedikitpun kesilapan seperti itu ada dalam al-Quran.

“Al-Quran yang di dalamnya diceritakan segala penjelasan mengenai fenomena alam semula jadi yang sangat bertepatan dengan sains moden,” katanya.

Beliau memberikan kesimpulan bahawa tidak syak lagi al-Quran benar-benar kalam Allah.

Tranungkite