BISMILLAHIRRACHMANIRRACHIM Adapun yang dinamakan : PAHAM AL-FATIHAH, itu sebagai berikut ALHAMDULILLAH : Artinya, Ya Muhammad, sembahyangmu itu aku jua memuji diriku. RABBIL – ALAMIN : Artinya, Ya Muhammad, aku tahu lahir bathinmu. ARRACHMANIRRACHIM : Artinya, Ya Muhammad, yang membaca fatihah itu,aku jua memuji diriku. MALIKIYYAUMIDDIN : Artinya, Ya Muhammad, engkau jua ganti pekerjaanku,karena engkau tiada lain Aku. IYAKANA’BUDU WAIYYA – : Artinya, Ya Muhammad, tiada yang sembahyang hanya aku dan yang ghaib Aku jua kerja sendirian. KANASTAIN IHDINASSYIROTOL – : Artinya, Ya Muhammad, tiada yang mengetahui akan daku,hanya MUSTAQIM engkau jua. SYIROTOLLAZINA AN’AMTA : Artinya, Ya Muhammad, sesungguhnya karenamu sekalian yang ada. ALAIHIM GHOIRILMAGDHUBI’ALAIHIM : Artinya, Ya Muhammad, tiada aku marah Aku kasih padamu dan Sekalian umatmu. Aku mengatakan Rahasiaku padamu, dan engkau Katakan rahasiamu pada sekalian umatmu. WALADHOLLIN : Artinya, Ya Muhammad, jika tiada engka...
DUA KALIMAH SYAHADAT Dua kalimah syahadat itu ada dua bagian : pertama yang disebut syahadat tauhid, kedua syahadat rasul. Dua kalimah syahadah itu kita sudah maklum yang artinya menurut logat umum ialah aku naik saksi tiada tuhan melainkan allah. Dan aku naik saksi bahwasannya Muhammad itu utusan Allah. Maksudnya ialah : yang dinamakan tuhan itu ialah kenyataan adanya hidup kita pribadi. Sebab sebenar-benarnya yang kita sebut itu tidak ada. Itulah disebut tiada tuhan itu menetapkan hanya hidup kita pribadi. Sebab yang menyebut itu juga yang menyebut atau yang menyaksikan itu juga yang disaksikan. Berdasarkan dalil al-Qur’an dan al-Hadist al-insanu sari wa ana sirrohu. Artinya : insan itu rahasiaku dan akupun rahasianya. Dan lagi firmannya : al-insan sirri wa ana sirri sifatin wa sifatun ligoirih, artinya : insan itu rahasiaku, rahasiaku itu sifatku, dan sifatku itu tiada lain daripada aku jua. Jadi nyatalah kepada kita bahwa allah, Muhammad, adam (insan) adalah satu. ...
Jam 12 malam. Mata masih terang mungkin setelah habis minum secawan Nescafe. Berfikir-fikir apa yang nak dibuat. Lalu mengambil sebuah buku karangan Annemarie Schimmel "Cahaya Purnama Kekasih Tuhan", sememang nya sudah lama tidak membuka buku. Pada satu petikan didalam buku tersebut: Pujian Iqbal kepada Nabi sering bersifat tradisional. Dalam sebuah syair Urdu awal, yang tidak diterbitkannya, dia menggunakan gambaran hadis qudsi tradisional "Aku adalah Ahmad tanpa Mim...Ahad, Esa", dengan mengklaim bahwa "tabir Mim tersingkapkan demi dilihat oleh sang pencinta", iaitu bahwa sang pencinta melihat Allah melalui Nabi. Dikemudian hari, dengan hati-hati dia menghindari hadis ini sebab tampak nya ia membawa ke konsekuensi2 panteisme, yang tidak dia sukai sama sekali dalam usia2 matang nya. Aku suka dengan petikan ini. Aku mempunyai kefahaman sendiri. Tidak elok ditulis kefahaman itu untuk 'awam' membaca nya. Apa itu Mim? Pasangan sang pencinta adal...